Menurut Kantor Berita ABNA, sebagaimana yang dinukil dari situs berita malaysiakini.com, Mohammad Rais Rashid, salah seorang petinggi JAIS menyatakan kekhawatirannya ajaran sesat akan tersebar di penjara, jika penganut ajaran sesat dipenjarakan bersama dengan narapidana lainnya.
"Mereka (penganut ajaran sesat) semestinya dikurung dalam sel yang khusus dan tidak digabungkan dengan narapidana lainnya. Khawatir jika mereka merusak dan mempengaruhi aqidah narapidana lainnya." Jelasnya dihadapan wartawan malaysiakini.com. "Biarlah mereka ditempatkan secara khusus dengan sesama pengikutnya saja." Tambahnya lagi.
Menurutnya lagi, dengan keberadaan penjara khusus akan memudahkan pihaknya untuk melakukan program pemulihan aqidah. Sementara itu media berita Kosmo melaporkan JAIS dan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) sedang menyelidiki beberapa situs internet yang diduga menyebarkan paham-paham yang bertentangan dengan ajaran Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Disebutkan mereka bahwa diantara situs yang disinyalir menyebarkan ajaran sesat adalah blog pribadi DR. Faisal Tehrani, seorang penulis novel Sunni terkenal yang telah meraih Anugerah Seni Negara 2006 dari kerajaan Malaysia dan meraih gelar tokoh Penulis Muda Negeri Malaka 2009 oleh Kerajaan Negeri Malaka.
DR. Faisal Tehrani adalah seorang cendekiawan muslim yang juga aktif sebagai dosen dan peneliti, beliau menyatakan simpatiknya pada Syiah pada blog pribadinya. Dalam blog pribadi beliau (http://tehranifaisal.blogspot.com), DR. Faisal sambil memohon do'a keselamatan kepada saudara-saudara bermazhab Syiah di Malaysia, beliau juga menyebutkan penggerebekan yang dilakukan JAIS terhadap jama'ah Hauzah Imam Ridha as adalah tindakan yang dapat merusak citra dan nama baik Malaysia di tingkat internasional.